Logo
Loading...

Menghadirkan Literasi Perpustakaan Keliling, Digitalisasi Buku dan Naskah Kuno di Ramadan Fair (Kurma) 2025

Terbit : Kamis, 13 Maret 2025
Pukul : 10:23 WIB
Dilihat : 5220 Kali
Bagikan Berita Ini
Menghadirkan Literasi Perpustakaan Keliling, Digitalisasi Buku dan Naskah Kuno di Ramadan Fair (Kurma) 2025

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Bapak Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc didampingi Gubernur Kepulauan Riau Bapak H. Ansar Ahmad, SE., M.M, dan Wakil Gubernur Kepulauan Riau Bapak Nyanyang Haris Pratamura secara resmi membuka rangkaian acara Kepulauan Riau Ramadan Fair (Kurma) 2025 yang di inisiasai oleh Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepulauan Riau. Pembukaan Kurma 2025 ditandai dengan pemukulan beduk oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia dan didampingi Gubernur dan Wakil Gubernur Kepulauan Riau. Acara ini mulai 10 hingga 16 Maret 2025 yang menghadirkan berbagai kegiatan seperti UMKM Expo dan Bazaar, perlombaan umum, sharia forum, serta corner layanan. Kurma 2025 juga disejalankan dengan buka puasa bersama serta peluncuran QRIS 1000 Masjid, sebagai bentuk kepedulian BI dalam digitalisasi keuangan Rumah Ibadah Masjid.

Pada kegiatan tersebut, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kepulauan Riau turut serta memeriahkan acara tersebut dengan menghadirkan Mobil Perpustakaan keliling serta menghadirkan inovasi literasi melalui perpustakaan keliling, buku digital, dan naskah digital dalam acara tersebut. Pada kesempatan ini Mobil Keliling dikunjungi oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Bersama rombongan yang hadir pada acara Kurma 2025 dan diterima langsung oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kepulauan Riau Bapak Herry Andrianto, SE., M.M, ini merupakan momen dan kesempatan yang langka dimana Menteri Kebudayaan Republik Indonesia merupakan pegiat literasi dan memiliki perpustakaan pribadi dikediamannya.

Dengan hadirnya perpustakaan keliling, buku digital, dan digitalisasi naskah kuno, diharapkan menjadi momentum kebangkitan literasi ditanah Gurindam 12 yang menjadi tonggak terlahirnya Bahasa persatuan Republik Indonesia.