Tanjungpinang – Literasi keuangan bukan hanya tentang kemampuan menghitung dan mengelola angka, tetapi juga menyangkut pemahaman, kebijaksanaan, serta cara mengambil keputusan yang tepat dalam kehidupan sehari-hari. Melalui Seminar Literasi Keuangan bertajuk “Konsep Keuangan dalam Pemikiran Raja Ali Haji”, masyarakat diajak memahami pentingnya pengelolaan keuangan yang bijak dengan pendekatan budaya dan nilai-nilai Melayu.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kepulauan Riau bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kepulauan Riau dalam upaya memperkuat budaya literasi di tengah masyarakat. Seminar tersebut menghadirkan pembahasan mengenai pemikiran Raja Ali Haji yang dinilai masih relevan dengan kondisi kehidupan modern saat ini, khususnya dalam hal etika, tanggung jawab, dan pengelolaan ekonomi.
Dalam seminar tersebut, peserta diajak melihat bahwa nilai-nilai budaya Melayu memiliki banyak ajaran tentang kehidupan yang sederhana, bijaksana, dan penuh perencanaan. Pemikiran Raja Ali Haji juga mengandung pesan moral tentang pentingnya mengelola harta dengan baik, menghindari perilaku berlebihan, serta menjaga keseimbangan dalam kehidupan sosial dan ekonomi.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kepulauan Riau menyampaikan bahwa perpustakaan memiliki peran penting dalam mendukung penguatan literasi masyarakat, termasuk literasi keuangan. Menurutnya, literasi tidak hanya terbatas pada kemampuan membaca buku, tetapi juga memahami informasi dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, OJK Kepulauan Riau menilai kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pengelolaan keuangan yang sehat dan aman. Dengan pendekatan budaya dan sejarah Melayu, pesan-pesan literasi keuangan diharapkan lebih mudah dipahami dan diterapkan oleh masyarakat luas.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya literasi keuangan sebagai bekal menghadapi masa depan. Kolaborasi antara pemerintah, lembaga keuangan, dan dunia literasi juga diharapkan terus berkembang untuk menciptakan masyarakat yang cerdas, bijak, dan mandiri secara finansial.


